Pada tahun 1982 lahirlah sebuah lembaga pendidikan yang bernama SMA negeri Penunjang vilial SMA Negeri 2 Madiun, dengan kepala sekolah bapak Soerono.Beliau memberikan tugas kepada bapak Tirto,BA yang pada waktu itu wakil kepala sekolah di SMA Negeri 2 Madiun ,untuk memimpin atau sebagai PLH di SMA Negeri Penunjang. Pada waktu itu masuk sore yang tempatnya masih bergabung di SMA Negeri 3 Madiun,JL.Suhud Nosingo, tepatnya mulai bulan Juli tahun ajaran baru 1982 sampai bulan Oktober 1982. Pada bulan November 1982 sudah pindah di gedung yang mewah (Mepet Sawah) JL.Serayu dan bisa masuk pagi. Sekolah yang memiliki sebanyak 3 kelas untuk kelas satu, fasilitas semuanya masih serba terbatas, oleh sebab itu pulang sekolah siswa siswi diajak masuk sore untuk kerja bakti. memperbaiki jalan, meratakan tanah yang masih menumpuk untuk membuat lapangan upacara, membuat lubang tanaman, mencari pupuk kandang dengan gerobak, Siswa-siswi perintis ini bekerja keras dengan suasana penuh kegembiraan dan keiklasan. Pagar pembatas sekolahpun juga belum ada, hanya ada bambu-bambu kecil bekas bangunan BLP gedung timur sekolah yang sekarang politehnik. Pada bulan Oktober 1983 terbitlah SK kepala SMA Negeri 4 Madiun atas nama bapak Soeparin,BA. Karena peralihan nama SMA Penunjang menjadi SMA Negeri 4 terjadi saat itu maka akhirnya hari jadi SMA Negeri 4 Madiun jatuh pada bulan Oktober 1983.
Pada masa kepemimpinan bapak Soeparin,BA pembenahan lingkungan SMA Negeri 4 Madiun mengalami perubahan yang sangat pesat, walau guru, karyawan, sarana dan prasarana masih sangat kurang.
Dimulailah pembangunan pagar keliling, penambahan ruang kelas, ruang laboratorium, mushola, perpustakaan dan ruang yang lain, penanaman pohon pelindung penyejuk lingkungan. Perlu diketahui pembibitan pohon trembesi yang sekarang rimbun itu dulu berasal dari biji trembesi generasi SMP Negeri 4 Madiun, yang disemai pada tahun 1984.
Pada waktu peresmian berdiri tahun 1983 itu SMA Negeri 4 Madiun memiliki 6 kelas yang terdiri 3 kelas untuk kelas 1 dan 3 kelas untuk kelas 2. Bcliau sosok pemimpin yang patut diteladani dan bukan ditakuti. Dalam prinsip kehidupannya beliau mengatakan “Hidup ini kita jalani bagaikan air mengalir saja”